Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Manfaat E-Commerce bagi
Perusahaan,Konsumen, dan Masyarakat. Electronic Commerce (e-commerce)
sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Perusahaan,
konsumen, atau pun masyrakat akan selalu menggunakan e-commerce dalam
menjalani aktivitas bisnisnya. Berikut ini adalah manfaat e-commerce
bagi perusahaan, konsumen dan masyarakat :
Manfaat bagi Perusahaan :
1. Jangkauan global
2. Pengurangan biaya operasi
3. Perbaikan rantai pasokan
4. Penambahan jam buka: 24/7/365
5. Kustomisasi
6. Model bisnis baru
7. Spesialisasi vendor
8. Kecepatan time-to-market
9. Biaya komunikasi/koordinasi lebih rendah
10. Efisiensi pengadaan
11. Meningkatkan hubungan dengan konsumen
12. Informasi yang up-to-date
13. Tidak harus membayar pajak/biaya usaha fisik
Manfaat bagi Konsumen :
1. “Dimana saja – kapan saja”
2. Lebih banyak pilihan produk dan jasa
3. Harga lebih murah
4. Pengiriman/penyampaian segera
5. Ketersediaan informasi
6. Kesempatan berpartisipasi
7. Wahana komunitas elektronik
8. Personalisasi, sesuai selera
9. Tidak dikenai pajak penjualan
Manfaat bagi Masyarakat :
1. Memungkinkan telecommuting
2. Peningkatan kualitas hidup
3. Dapat menolong masyarakat yang kurang mampu
Kemudahan mendapatkan layanan umum
Demikian pembahasan tentang Manfaat E-Commerce bagi Perusahaan,Konsumen, dan Masyarakat.
tag : manfaat e-commerce , keuntungan e-commerce bagi pelanggan ,
manfaat e-commerce bagi masyarakat , keuntungan e-commerce bagi
perusahaan , keuntungan perusahaan menggunakan e-commerce , apa
keuntungan bagi perusahaan menggunakan e-commerce dan apa keuntungan
bagi pelanggan , keuntungan bagi perusahaan menggunakan e-commerce ,
manfaat e-commerce bagi perusahaan , manfaat e-commerce bagi konsumen ,
keuntungan e-commerce bagi konsumen
Mencari yang berguna
Rabu, 08 Mei 2013
Perbedaan antara E-COMMERCE dengan E-BUSINESS
Internet
telah membuat interaksi bisnis menjadi multi-aspek. Sekarang orang bisa
melakukan bisnis, seperti membeli sesuatu, bertransaksi, dan
menjalankan fungsi-fungsi bisnis melalui internet. Konsumen dan
pemilik/pengelola bisnis dapat mendapatkan dan melakukan apa yang mereka
inginkan tanpa harus meninggalkan beranjak dari tempat duduk, selama
terhubung dengan internet.
Istilah e-business dan e-commerce
seringkali terlihat dan digunakan untuk proses yang sama. Namun
demikian, meskipun berhubungan, keduanya memiliki arti yang berbeda.
Awalan “e” berarti “elektronik”, yang berarti kegiatan
atau transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik.
Transaksi diadakan secara elektronik atau digital, sesuatu dibuat
menjadi mungkin dengan pesatnya perkembangan komunikasi digital.
E-commerce berarti
transaksi bisnis melalui internet di mana pihak-pihak yang terlibat
melakukan penjualan atau pembelian. Transaksi yang dilakukan dalam e-commerce pada dasarnya melibatkan pengalihan (transfer) atau penyerahterimaan (handing over) kepemilikan dan hak atas produk atau jasa.
Secara teknis, e-commerce hanya merupakan bagian dari e-business karena, menurut definisi, e-business adalah semua transaksi bisnis online, termasuk penjualan secara langsung kepada konsumen (e-commerce), transaksi dengan produsen dan pemasok, dan interaksi dengan mitra bisnis. Pertukaran informasi via database terpusat juga dilakukan dalam e-commerce. Fungsi-fungsi bisnis hanya terbatas pada sumber daya teknologi.
E-commerce pada prinsipnya melibatkan pertukaran uang dalam transaksi. E-business, karena lebih luas, tidak terbatas pada transaksi yang bersifat keuangan (monetary). Semua aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, perancangan produk, manajemen pemasokan, dsb., tercakup
E-business
lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian
layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya.
Jadi, tentu saja, e-commerce merupakan bagian takterpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas, e-commerce merupakan kegiatan menjual dan membeli.
Ringkasan:
1. E-business lebih luas dalam lingkup dan e-commerce hanya merupakan satu aspek atau satu bagian dari e-business.
2. E-commerce hanya mencakup transaksi bisnis seperti membeli dan menjual barang dan jasa melalui internet.
3. E-commerce pada prinsipnya melibatkan perdagangan uang sedangkan dalam e-business, transaksi uang tidak diperlukan.
4. E-business melibatkan pemasaran, perancangan produk, evaluasi layanan konsumen, dll.
e-COMMERCE
E-Commerce
termasuk salah satu istilah pada ” perdagangan elektronik’ yang berubah
sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik merupakan
aktivitas perdagangan yang memanfaatkan transaksi komersial, misalnya
mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian secara elektronik.
Kemudian
berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih
tepat yaitu “perdagangan web” (pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web).
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak
jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor
ekonomi baru. Sehingga Antara pada era 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS
dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
E-com,
atau Electronic Commerce merupakan salah satu teknologi yang berkembang
pesat dalam dunia bisnis dan per-internet-an. Penggunaann sistem
E-commerce, sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak
konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Misalnya
bagi pihak konsumen, menggunakan E-Commerce dapat membuat waktu
berbelanja menjadi singkat. Selain itu, harga barang-barang yang dijual
melalui E-Commerce biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di
toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual
lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional.
Di
Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna
internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya
pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga
sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di
Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi
Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk
penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan
non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara
online.
Selain
RisTI, tampaknya belum ada web lain yang menyelenggarakan E-commerce di
Indonesia. Padahal, untuk membuat sistem E-commerce, investasi yang
dikeluarkan tidak terlalu besar. Selain itu, lingkup pemasaran produknya
bisa jauh lebih luas dan biaya penyelenggaraan serta promosi pada
E-commerce juga lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya pada sitem
toko konvensional.
Perkembangan
teknologi informasi menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita
sehari-hari dewasa ini. Dalam era yang disebut “information
age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan
untuk melakukan komunikasi dan bisnis, salah satu cara yang mulai
dilirik adalah dengan menggunakan internet. Salah satu bentuk nyata
bisnis yang memanfaatkan internet tersebut dinamakan e-commerce, yang
merupakan perkembangan dari commerce dengan menggunakan media elektronik
yaitu internet. Walaupun masih banyak para pelaku bisnis yang belum
mengenal betul tentang internet tersebut tetapi karena desakan bisnis
yang semakin mengarah ke media ini, banyak para pelaku bisnis mulai
menggunakan ini. Bagi pebisnis yang belum benar-benar
mengerti
akan menggunakan jasa outsourcing dalam aktifitas ini. Disini lain,
pebisnis yang mulai mengerti atas manfaat dari e-commerce ini mulai
membangun sebuah sistem untuk mengimplementasikan sistem ini dalam
aktifitas perusahaannya.
Adapun
keuntungan utama yang didapat dengan menggunakan teknologi ini adalah
open platform yang tidak tergantung kepada satu vendor tertentu,
sehingga sistem e-commerce tersebut dapat dikembangkan dengan cepat
tanpa terikat dengan satu vendor tertentu. Walapun hingga saat ini belum
ada defenisi baku dari e-commerce, beberapa mengatakan bahwa e-commerce
adalah website yang digunakan untuk berdagang (semacam storefront), di
lain pihak ada menghubungan e-commerce dengan EDI (electronik data
interchange) dan seterusnya. Sebagai contoh, berikut ini adalah salah
satu definisi dari e-commerce yang mendekati aktifitas dari e-commerce
tersebut yang diambil dari sebuah buku Electronic Commerce, A Managerial
Prespective (Turban, 2002): “E-commerce is an emerging
concept that describes the process of buying, selling, or exchanging
products, services, and information via computer networks, including
internet.” Sehingga, jika kita lebih mendalami defenisi
diatas, dapatlah dikatakan bahwa e-commerce dalam prespektif komunikasi
merupakan aktifitas pengiriman atau penjualan produk, service dan
informasi atau pembayaran melalui jaringan computer atau internet,
sedangkan dalam prespektif proses bisnis adalah suatu sistem yang
menggunakan teknologi informasi dalam mewujudkan otomisasi transaksi
bisnis dan work flow, dalamperspektif service dikatakan bahwa e-commerce
merupakan suatu cara bagi perusahaan, konsumen dan manajemen untuk
memangkas biaya yang ada, selama hal itu tetap meningkatkan kualitas
dari produk/service dan kecepatan dalam distribusinya sedangkan yang
terakhir dalam prespektif online, e-commerce menyediakan kesempatan
untuk membeli dan menjual produk/service dan informasi dengan
menggunakan internet dan sarana pelayanan online lainnya.
Dengan
melihat tujuan-tujuan di atas, dapat disimpulkan bahwa e-commerce
merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektifitas dalam berbisnis dengan memanfaatkan teknologi
informasi untuk meningkatkan kualitas dari produk/service dan informasi
serta mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan sehingga harga dari
produk/service dan informasi tersebut dapat ditekan sedemikian rupa
tanpa mengurangi dari kualitas yang ada. Jenis-jenis E-Commerce Secara
umum aktifitas dari e-commerce mencakup berbagai aktifitas mulai dari
direct marketing, search jobs, online banking, banking, e-government,
e-purchasing, B2B exchanges, ccommerce, m-commerce, auctions, travel,
online publishing dan consumer services. Dalam aplikasinya e-commerce
dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu business to business (B2B)
dan business to customer (B2C). Dalam perkembangannya B2B lebih pesat
dibandingkan B2C. Business to business dalam e-commerce umumnya
menggunakan mekanisme EDI (electronic data interchange). Tetapi karena
begitu banyaknya standarisasi yang ada, dalam pelaksanaannya menyulitkan
antara pebisnis untuk saling berinteraksi sehingga berkembanglah dewasa
ini yang dinamakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan
oleh World Wide Web Consortium (W3C). dalam XML ini tersimpan struktur
dan jenis elemen data di dalam dokumennya yang berbentuk tags seperti
HTML sehingga sangat efektif digunakan dalam system yang berbeda.
Sehingga yang sebelumnya EDI menggunakan jaringan yang sering disebut
VAN (value added network) dengan populernya jaringan internet mulai
dikenal sebuah system yang disebut EDI over internet dan system lainnya
yang sedang berkembang seperti electronic/internet procurement dan ERP
(enterprise resource planning).
Secara
umum adapun aktifitas dari B2B ini seperti trading partners dan
pertukaran data (data exchange) yang dilakukan secara rutin antara
pebisnis. Sedangkan dalam business to customer (B2C) umumnya menggunakan
internet dengan berbagai model pendekatan seperti electronic shopping
mall atau dengan konsep portal. Kedua-duanya menggunakan website sebagai
basisnya. Aktifitas electronic shopping mall lebih ke mempromosikan
produk dan service yang ada dengan dukungan online catalog dan
sebagainya. Adapun contoh dari system ini seperti amazon
(http://www.amazon.com) dan netmarket (http://www.netmarket.com).
Sedangkan dalam konsep portal lebih ke pelayanan yang lebih kompleks
Roman";"> Memberikan kesempatan kepada produsen untuk meningkatkan pemasaran produk/servicenya secara global.
- Mengurangi
penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan
desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
- Mengurangi
waktu delay dari pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem
produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi terkoneksi secara
online.
- Membantu
perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk/service yang sangat
spesifik yang tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, karena
keterbatasan konsumen, tempat dan biaya promosi yang tinggi.
- Mengurangi
waktu dan biaya prosmosi dari produk/service yang dipasarkan karena
tersedianya informasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.
Adapun keuntungan e-commerce pada konsumen adalah:
- Memberikan
kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat
menggunakan sebuah produk/service yang dihasilkan dari belahan dunia
yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak
pertama sepanjang tahun.
- Memberikan
kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk/service terbaik dari
berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk
memilih berbagai jenis produk/service secara langsung.
- Memberikan
kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen
untuk berinteraksi, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Sehingga akan
sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas
produk/servicenya sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Adapun
keuntungan e-commerce pada masyarakat dan pemerintah adalah:
- Semakin
banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan
menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja,
belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan
mereduksi polusi udara.
- Meningkatkan
daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service
yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat
menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.
- Mengurangi
pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena
cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.
- Meningkatkan
daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan
dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk
menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah. Secara umum,
implementasi e-commerce dalam bisnis dapat meningkatkan kualitas dari
produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan
menurunkan harga penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service
yang terbaik baginya, produsen terus semakin berlomba meningkatkan
kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru
yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar tetap
mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus ini
berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus
meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan harga akan
semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan kreatifitas dan
keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai usahanya karena setiap orang
dapat memulai bisnisnya walau sekecil apapun dan sebegitu spesial
produk/service yang dihasilkan.
HAMBATAN DAN PELUANG
Pengimplementasian
ecommerce di Indonesia masih harus menempuh jalan yang panjang dan
berliku. Berbagai hambatan yang ada dalam pengimplementasiannya dapat
berupa teknis dan non-teknis yang kesemua itu membutuhkan kerjasama yang
utuh antara pemerintah, pengembang dari e-commerce, pebisnis dan para
konsumen pemanfaatnya. Seperti produk-produk teknologi informasi lainnya
seperti juga e-government, e-commerce masih membutuhkan waktu yang lama
untuk dapat dikenal dan diterima di Indonesia. Berbagai hambatan
tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
- Dukungan
pemerintah. Dukungan pemerintah yang masih belum jelas ditambah dengan
belum adanya kebijakankebijakan yang mendukung perkembangan dari
e-commerce ini dikeluarkan, belum jelasnya deregulasi dari system
teknologi informasi khususnya internet yang merupakan salah satu tulang
punggung dari perkembangan e-commerce, perbaikan sistem pabeanan dan
deregulasi dalam ekspor impor barang.
- Perkembangan
infrastruktur yang lambat. Salah satu hambatan utama adalah masih
kurangnya insfrastrukur yang ada dan belum merata kepelosok Indonesia.
Dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk secara bertahap membangun
infrastrukur yang baik dan terprogram sehingga secara bertahap, rakyat
Indonesia mulai dapat dikenalkan dengan internet sebagai salah satu
hasil dari perkembangan teknologi informasi dengan biaya yang murah dan
terjangkau.
- Kurangnya
sumber daya manusia. Kurangnya SDM Indonesia yang benar-benar menguasai
sistem e-commerce ini secara menyeluruh, yang tidak saja menguasai
secara teknis juga non-teknis seperti sistem perbankan, lalu lintas
perdagangan hingga sistem hukum yang berlaku. Salah satu alasan yang
cukup utama yaitu masih kurangnya ketersediaan informasi, mulai dari
buku-buku referensi, jurnal, majalah/tabloid yang membahas tentang
e-commerce juga sarana pendidikan, seminar, workshop hingga pusat-pusat
pengembangan yang dibangun antara pemerintah, pusat-pusat pendidikan dan
tenaga ahli di bidang e-commerce.
- Dukungan
dari institusi finansial seperti bank dan asuransi. Belum banyaknya
bank yang telah membangun system ’electronic
banking’ nya dengan baik, selain itu perbankan Indonesia juga
masih sulit untuk melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang lain,
apalagi dalam jumlah nilai yang kecil serta belum adanya pihak ketiga
sebagai penjamin transaksi secara online yang benar-benar berada di
Indonesia.
- Perbaikan
sistem perdagangan yang ada. Adanya keseriusan dari pemerintah untuk
menderegulasi system perdagangan yang memberi kesempatan luas bagi
berkembangnya UKM, sistem jaringan pengiriman yang baik dan aman, tidak
adanya gangguan diperjalanan dan di institusi yang berhubungan dengannya
seperti pelabuhan, pintu-pintu perbatasan dan international airport.
Serta yang paling penting deregulasi di bidang ke pabeanan dan pajak
yang mendukung sistem e-commerce ini berkembang. Kesemuanya itu bukanlah
penghalang yang menjadi hambatan bagi perkembangan e-commerce di
Indonesia, diharapkan sekali hambatan tersebut menjadi poin penting
untuk mulai mengembangkan e-commerce di Indonesia. Sedangkan jika kita
melihat peluang-peluang yang ada, kesemuanya itu tentunya diharapkan
memberikan energi atau semangat khusus bagi semua pihak bahwa sebenarnya
ecommerce dapat menjadi solusi baru bagi ketertinggalan kita disemua
bidang selama ini, seperti:
- Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang masih dapat banyak digarap
- Kondisi geografis yang sangat
DEFINISI & MANFAAT E-COMMERCE
Definisi e-commerce
———————————————————————————————————————-
Menurut Laudon & Laudon (1998),
E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara
elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan
computer sebagai perantara transaksi bisnis.
E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
- Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
- Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
- Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
- Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
Manfaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
———————————————————————————————————————-
Manfaat dari digunakannya E-Commerce ini
adalah dapat menekan biaya barang dan jasa, serta dapat meningkatkan
kepuasan konsumen sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan
barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan
harganya. Order cycle sebuah bisnis yang tadinya memakan waktu
30 hari, waktunya bisa dipercepat yakni bisa 5 hari saja. Proses yang
cepat tentunya akan menigkatkan pendapatan.
Berbelanja
atau melakukan transaksi perdagangan melalui internet sangat berbeda
dengan berbelanja atau melakukan transaksi perdagangan di dunia nyata.
Dengan E-Commerce memungkinkan kita bertransaksi dengan cepat
dan biaya yang murah tanpa melalui proses yang berbelit-belit, di mana
pihak pembeli (buyer) cukup mengakses internet ke website perusahaan yang mengiklankan produknya di internet, yang kemudian pihak pembeli (buyer) cukup mempelajari term of condition (ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan) pihak penjual.
Selasa, 07 Mei 2013
RUANG LINGKUP ELECTRONIC COMMERCE
Richardus Eko Indrajit
Salah satu subset terpenting dan terbesar dari e-business adalah e-commerce, dimana berbagai aktivitas transaksi
jual beli dilakukan melalui medium internet. Karena sangat lebarnya spektrum proses dari transaksi jual beli yang
ada, sangat sulit menentukan ruang lingkup atau batasan dari domain e-commerce. Salah satu cara yang dapat
dipergunakan untuk dapat mengerti batasan-batasan dari sebuah e-commerce adalah dengan mencoba mengkaji
dan melihat fenomena bisnis tersebut dari berbagai dimensi, seperti yang dijelaskan berikut ini.
Teknologi
Kontributor terbesar yang memungkinkan terjadinya e-commerce adalah teknologi informasi, dalam hal ini
perkembangan pesat teknologi komputer dan telekomunikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa arena jual beli di
dunia maya terbentuk karena terhubungnya berjuta-juta komputer ke dalam sebuah jaringan raksasa (internet).
Dari sisi ini e-commerce dapat dipandang sebagai sebuah prosedur atau mekanisme berdagang (jual beli) di
internet dimana pembeli dan penjual dipertemukan di sebuah dunia maya yang terdiri dari sekian banyak
komputer.
Marketing dan “New Consumer Processes”
Dari segi pemasaran, e-commerce sering dilihat sebagai sebuah kanal atau cara baru untuk berhubungan dengan
pelanggan. Melalui e-commerce jangkauan sebuah perusahaan menjadi semakin luas karena yang bersangkutan
dapat memasarkan produk dan jasanya ke seluruh dunia tanpa memperhatikan batasan-batasan geografis. Dengan
cara yang sama pula sebuah perusahaan dapat langsung berhubungan dengan end-comsumers-nya.
Economic
E-commerce merupakan sebuah pemicu terbentuknya prinsip ekonomi baru yang lebih dikenal dengan ekonomi
digital (digital economy). Di dalam konsep ekonomi ini, semua sumber daya yang dapat didigitalisasikan menjadi
tak terbatas jumlahnya (bukan merupakan “scarce of resources”) dan berpotensi menjadi public goods yang dapat
dimiliki oleh siapa saja dengan bebas. Di dalam konsep ekonomi ini pula informasi dan knowledge menjadi
sumber daya penentu sukses tidaknya para pelaku ekonomi melakukan aktivitasnya. Beragam model bisnis
(business model) pun diperkenalkan di dalam konsep ekonomi baru ini yang belum pernah dijumpai sebelumnya.
Dari segi produksi, selain physical value chain, diperkenalkan pula konsep virtual value chain yang sangat
menentukan proses penciptaan produk dan jasa di dunia maya.
Electronic Linkage
Di suatu sisi yang lain, banyak orang melihat e-commerce sebagai sebuah mekanisme hubungan secara elektronis
antara satu entiti dengan entiti lainnya. Dengan adanya e-commerce, maka dua buah divisi dapat bekerja sama
secara efisien melalui pertukaran data elektronis; demikian juga antara dua buah kelompok berbeda seperti
misalnya antara kantor pemerintah dengan masyarakatnya; atau mungkin antara pelanggan dengan perusahaanperusahaan
tertentu.
Information Value Adding
Di dalam e-commerce, bahan baku yang paling penting adalah informasi. Sehubungan dengan hal ini, proses
pertambahan nilai (value adding processes) menjadi kunci terselenggaranya sebuah mekanisme e-commerce.
Konsep ini dikuatkan dengan teori virtual value chain yang menggambarkan bagaimana proses pertambahan nilai
diberlakukan terhadap informasi, yaitu melalui langkah-langkah proses: gathering, organizing, selecting,
synthesizing, dan distributing.
Market-Making
E-commerce dikatakan sebagai market-making karena keberadaannya secara langsung telah membentuk sebuah
pasar perdagangan tersendiri yang mempertemukan berjuta-juta penjual dan pembeli di sebuah pasar digital maya
(e-market). Di pasar maya ini terjadi perdagangan secara terbuka dan bebas, karena masing-masing penjual dan
pembeli dapat bertemu secara efisien tanpa perantara. E-market juga disinyalir sebagai arena perdagangan yang
paling efisien karena kecenderungannya untuk selalu mencari bentuk-bentuk perdagangan yang berorientasi
kepada pembeli (customer oriented), disamping struktur persaingan antar penjual produk dan jasa yang hampir
berada dalam suasana perfect competition.
Service Infrastructure
Konsep e-commerce ternyata tidak hanya membuahkan mekanisme transaksi jual beli semata, namun ternyata
banyak sekali jasa-jasa baru yang diperlukan sebagai sarana pendukung aktivitas jual beli produk tersebut.
Katakanlah jasa dari institusi keuangan untuk menawarkan cara pembayaran secara elektronik, jasa dari vendor
aplikasi yang menawarkan cara melakukan transaksi secara aman (secure), jasa dari ISP (internet service provider)
yang menawarkan cara mengakses internet dengan cepat dan murah, jasa perusahaan hosting yang menawarkan
perangkat penyimpan data maupun situs perusahaan yang bersangkutan, dan lain-lain.
Legal, Privacy, dan Public Policy
Sisi terakhir dalam melihat e-commerce adalah mencoba memandangnya dari unsur-unsur semacam hukum,
peraturan, kebijakan, proses, dan prosedur yang diberlakukan. Secara tidak langsung terlihat bahwa interaksi
perdagangan elektronis yang telah mengikis batas-batas ruang dan waktu mau tidak mau mendatangkan tantangan
baru bagi pemerintah dan masyarakat dalam mencoba membuat regulasi tertentu agar di satu pihak terbentuk
lingkungan bisnis yang kondusif, sementara di pihak lain hak-hak individu maupun masyarakat dapat terjaga
dengan baik.
ENTERPRISE MANAGEMENT
• Product Development
• Logistics and Supply Chain
•Human Resource Management
• Training and Conferencing
•Manufacturing Management
• Accounting
• Financial Planning
LINKING WITH SUPPLIERS
• Product Sourcing
• Product Information Collection
• Purchase Process Mgmt.
• Supplier Management
• Account Payable Management
LINKING WITH DISTRIBUTORS
AND/OR RETAILERS
•Market Response
• Inventory Replenishment
• Product Info. Distribution
• Order Fulfillment
• Accout Receivable Mgmt.
• Part Services Management
INTERFACE WITH CONSUMERS
•Web Marketing
• E-Shopping
• Info. And Online Services
• Entertainment on Demand
• Trading in E-Markets
• Customer Services
• Sales Management
GLOBAL EC INFRASTRUCTURE
• Security
• Digital Payment
• E-Banking
• Legal Issues
• E-Market Formation
• Human/Computer Interface
• Global Info. Infrastructure
Michael J. Shaw, 2000
Berdasarkan kedelapan perspektif tersebut di atas dapat digambarkan lima domain yang membatasi ruang lingkup
dari e-commerce, yaitu masing-masing sebagai sarana untuk:
• Enterprise Management, yang berarti menghubungkan divisi-divisi yang ada di dalam perusahaan
dengan cara mengalirkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya melalui medium elektronik/digital
(flow of information);
• Linking with Suppliers, yang berarti menghubungkan sebuah perusahaan dengan satu atau keseluruhan
mitra bisnisnya secara elektronik agar proses pemesanan dan/atau pengadaan bahan mentah/baku
produksi dapat dilakukan seefisien mungkin;
• Linking with Distributors/Retailer, yang berarti menghubungkan perusahaan dengan para distritributor,
wholesaler, maupun retailer yang bertanggung jawab untuk menyebarkan produk dari perusahaan ke
tangan pelanggan;
• Interface with Consumers, yang berarti menghubungkan perusahaan dengan calon pembelinya secara
langsung (end-consumers) tanpa melalui perantara atau broker; dan
• Global E-Commerce Infrastructure, yang berarti menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak
pendukung lain semacam vendor, ISP, lembaga keuangan, penyedia jasa infrastruktur, dan lain-lain
karena merekalah yang merupakan institusi pendukung dapat terselenggaranya rangkaian proses
transaksi e-commmerce secara utuh.
Salah satu subset terpenting dan terbesar dari e-business adalah e-commerce, dimana berbagai aktivitas transaksi
jual beli dilakukan melalui medium internet. Karena sangat lebarnya spektrum proses dari transaksi jual beli yang
ada, sangat sulit menentukan ruang lingkup atau batasan dari domain e-commerce. Salah satu cara yang dapat
dipergunakan untuk dapat mengerti batasan-batasan dari sebuah e-commerce adalah dengan mencoba mengkaji
dan melihat fenomena bisnis tersebut dari berbagai dimensi, seperti yang dijelaskan berikut ini.
Teknologi
Kontributor terbesar yang memungkinkan terjadinya e-commerce adalah teknologi informasi, dalam hal ini
perkembangan pesat teknologi komputer dan telekomunikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa arena jual beli di
dunia maya terbentuk karena terhubungnya berjuta-juta komputer ke dalam sebuah jaringan raksasa (internet).
Dari sisi ini e-commerce dapat dipandang sebagai sebuah prosedur atau mekanisme berdagang (jual beli) di
internet dimana pembeli dan penjual dipertemukan di sebuah dunia maya yang terdiri dari sekian banyak
komputer.
Marketing dan “New Consumer Processes”
Dari segi pemasaran, e-commerce sering dilihat sebagai sebuah kanal atau cara baru untuk berhubungan dengan
pelanggan. Melalui e-commerce jangkauan sebuah perusahaan menjadi semakin luas karena yang bersangkutan
dapat memasarkan produk dan jasanya ke seluruh dunia tanpa memperhatikan batasan-batasan geografis. Dengan
cara yang sama pula sebuah perusahaan dapat langsung berhubungan dengan end-comsumers-nya.
Economic
E-commerce merupakan sebuah pemicu terbentuknya prinsip ekonomi baru yang lebih dikenal dengan ekonomi
digital (digital economy). Di dalam konsep ekonomi ini, semua sumber daya yang dapat didigitalisasikan menjadi
tak terbatas jumlahnya (bukan merupakan “scarce of resources”) dan berpotensi menjadi public goods yang dapat
dimiliki oleh siapa saja dengan bebas. Di dalam konsep ekonomi ini pula informasi dan knowledge menjadi
sumber daya penentu sukses tidaknya para pelaku ekonomi melakukan aktivitasnya. Beragam model bisnis
(business model) pun diperkenalkan di dalam konsep ekonomi baru ini yang belum pernah dijumpai sebelumnya.
Dari segi produksi, selain physical value chain, diperkenalkan pula konsep virtual value chain yang sangat
menentukan proses penciptaan produk dan jasa di dunia maya.
Electronic Linkage
Di suatu sisi yang lain, banyak orang melihat e-commerce sebagai sebuah mekanisme hubungan secara elektronis
antara satu entiti dengan entiti lainnya. Dengan adanya e-commerce, maka dua buah divisi dapat bekerja sama
secara efisien melalui pertukaran data elektronis; demikian juga antara dua buah kelompok berbeda seperti
misalnya antara kantor pemerintah dengan masyarakatnya; atau mungkin antara pelanggan dengan perusahaanperusahaan
tertentu.
Information Value Adding
Di dalam e-commerce, bahan baku yang paling penting adalah informasi. Sehubungan dengan hal ini, proses
pertambahan nilai (value adding processes) menjadi kunci terselenggaranya sebuah mekanisme e-commerce.
Konsep ini dikuatkan dengan teori virtual value chain yang menggambarkan bagaimana proses pertambahan nilai
diberlakukan terhadap informasi, yaitu melalui langkah-langkah proses: gathering, organizing, selecting,
synthesizing, dan distributing.
Market-Making
E-commerce dikatakan sebagai market-making karena keberadaannya secara langsung telah membentuk sebuah
pasar perdagangan tersendiri yang mempertemukan berjuta-juta penjual dan pembeli di sebuah pasar digital maya
(e-market). Di pasar maya ini terjadi perdagangan secara terbuka dan bebas, karena masing-masing penjual dan
pembeli dapat bertemu secara efisien tanpa perantara. E-market juga disinyalir sebagai arena perdagangan yang
paling efisien karena kecenderungannya untuk selalu mencari bentuk-bentuk perdagangan yang berorientasi
kepada pembeli (customer oriented), disamping struktur persaingan antar penjual produk dan jasa yang hampir
berada dalam suasana perfect competition.
Service Infrastructure
Konsep e-commerce ternyata tidak hanya membuahkan mekanisme transaksi jual beli semata, namun ternyata
banyak sekali jasa-jasa baru yang diperlukan sebagai sarana pendukung aktivitas jual beli produk tersebut.
Katakanlah jasa dari institusi keuangan untuk menawarkan cara pembayaran secara elektronik, jasa dari vendor
aplikasi yang menawarkan cara melakukan transaksi secara aman (secure), jasa dari ISP (internet service provider)
yang menawarkan cara mengakses internet dengan cepat dan murah, jasa perusahaan hosting yang menawarkan
perangkat penyimpan data maupun situs perusahaan yang bersangkutan, dan lain-lain.
Legal, Privacy, dan Public Policy
Sisi terakhir dalam melihat e-commerce adalah mencoba memandangnya dari unsur-unsur semacam hukum,
peraturan, kebijakan, proses, dan prosedur yang diberlakukan. Secara tidak langsung terlihat bahwa interaksi
perdagangan elektronis yang telah mengikis batas-batas ruang dan waktu mau tidak mau mendatangkan tantangan
baru bagi pemerintah dan masyarakat dalam mencoba membuat regulasi tertentu agar di satu pihak terbentuk
lingkungan bisnis yang kondusif, sementara di pihak lain hak-hak individu maupun masyarakat dapat terjaga
dengan baik.
ENTERPRISE MANAGEMENT
• Product Development
• Logistics and Supply Chain
•Human Resource Management
• Training and Conferencing
•Manufacturing Management
• Accounting
• Financial Planning
LINKING WITH SUPPLIERS
• Product Sourcing
• Product Information Collection
• Purchase Process Mgmt.
• Supplier Management
• Account Payable Management
LINKING WITH DISTRIBUTORS
AND/OR RETAILERS
•Market Response
• Inventory Replenishment
• Product Info. Distribution
• Order Fulfillment
• Accout Receivable Mgmt.
• Part Services Management
INTERFACE WITH CONSUMERS
•Web Marketing
• E-Shopping
• Info. And Online Services
• Entertainment on Demand
• Trading in E-Markets
• Customer Services
• Sales Management
GLOBAL EC INFRASTRUCTURE
• Security
• Digital Payment
• E-Banking
• Legal Issues
• E-Market Formation
• Human/Computer Interface
• Global Info. Infrastructure
Michael J. Shaw, 2000
Berdasarkan kedelapan perspektif tersebut di atas dapat digambarkan lima domain yang membatasi ruang lingkup
dari e-commerce, yaitu masing-masing sebagai sarana untuk:
• Enterprise Management, yang berarti menghubungkan divisi-divisi yang ada di dalam perusahaan
dengan cara mengalirkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya melalui medium elektronik/digital
(flow of information);
• Linking with Suppliers, yang berarti menghubungkan sebuah perusahaan dengan satu atau keseluruhan
mitra bisnisnya secara elektronik agar proses pemesanan dan/atau pengadaan bahan mentah/baku
produksi dapat dilakukan seefisien mungkin;
• Linking with Distributors/Retailer, yang berarti menghubungkan perusahaan dengan para distritributor,
wholesaler, maupun retailer yang bertanggung jawab untuk menyebarkan produk dari perusahaan ke
tangan pelanggan;
• Interface with Consumers, yang berarti menghubungkan perusahaan dengan calon pembelinya secara
langsung (end-consumers) tanpa melalui perantara atau broker; dan
• Global E-Commerce Infrastructure, yang berarti menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak
pendukung lain semacam vendor, ISP, lembaga keuangan, penyedia jasa infrastruktur, dan lain-lain
karena merekalah yang merupakan institusi pendukung dapat terselenggaranya rangkaian proses
transaksi e-commmerce secara utuh.
PERKEMBANGAN E-COMMERCE
BERKEMBANGNYA E-Commerce di Indonesia
Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:
- Business to business (B2B):
Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain
- Business to consumer (B2C):
Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi
- Consumer to consumer (C2C):
Sifarnya lelang (auction)
- Government: G2G, G2B, G2C,
melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat
Manfaat E-Commerce :
Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:
- Business to business (B2B):
Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain
- Business to consumer (B2C):
Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi
- Consumer to consumer (C2C):
Sifarnya lelang (auction)
- Government: G2G, G2B, G2C,
melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat
Manfaat E-Commerce :
- Revenue stream baru
- Market exposure, melebarkan jangkauan
- Menurunkan biaya
- Memperpendek waktu product cycle
- Meningkatkan customer loyality
- Meningkatkan value chain
KONSEP E-COMMERCE
Konsep E-Commerce
konsep e-commerce terdiri dari :
Konsep Dasar Informasi
Konsep yang berbasis dari teknologi informasi dan komunikasi untuk
perdagangan dalam penggunaan internet.Penggunaan internet ini digunakan
sebagai media informasi dalam melakukan transakasi berupa produk dan
jasa.
Analisis Sistem
sebagai penguraian dari suatu sistem informasi
menjadi beberapa bagian kecil yang dimaksudkan untuk
mengidentifikasikan kesalahan, kesempatan, hambatan,dan kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan pengembangan dari sistem informasi
tersebut.
Perancangan Sistem
Setelah tahap analisis sistem, maka diketahui kelemahan-kelemahan
sistem tersebut. Sehingga dalam tahap ini dibuat persiapan dan
perancangan rinci terhadap sistem informasi yang akan dibangun.
Mekanisme E-Commerce
Pada mekanisme e-commerce ini, dimana pembeli yang hendak memilih
belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan “shopping cart” untuk
melakukan transaksi terhadap barang-barang yang telah dipilih dan akan
dibayar.Shopping cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat
dengan kombinasi CGI, database, dan HTML.Setelah pembeli mengadakan
transaksi, retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa
pos langsung ke rumah pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas
bagi pembeli untuk mengecek status barang yang telah dikirim melalui
internet.
Software untuk Pembuatan E-Commerce
Dalam pembuatan toko online/e-commerce membutuhkan software atau
aplikasi tertentu untuk mengatur inventarisasi barang dan transaksi
penjualan.
Alternatif Pembayaran untuk E-commerce
Untuk transaksi pembayaran, e-commerce memeiliki banyak alternatif.
Caranya dengan mendaftar sebagai customer pada web tersebut. bagi
customer yang memiliki kartu kredit dapat menggunakan kartu tersebut.
Atau bisa juga menggunakan paypal, transfer bangking, ataupun cash
delivery.
Keamanan E-commerce
Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet
dan browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti
Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator. Standar enkripsi
yang digunakan dalam e-commerce pada saat ini adalah SET (Secure
Electronic Transaction). Selain digunakan untuk pembayaran dengan credit
card, SET juga digunakan untuk pembayaran dengan smartcard. Dengan
menggunakan SET, kerahasiaan informasi customer (berupa nama dan nomor
kartunya) bisa dijaga. SET juga bisa menjaga autotentifikasi atau
identitas penjual dan customer, sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh
sembarang orang.
Contoh E-Commerce
Belanja Online
Membeli dan menjual barang di Internet adalah salah satu contoh paling populer dari e-commerce. Penjual membuat etalase produk di internet layaknya outlet ritel. Pembeli dapat mencari dan membeli produk dengan klik mouse. Contoh populer untuk tempat belanja secara online adalah Amazon.com.Pembayaran Elektronik
Ketika kita membeli barang secara online, perlu ada mekanisme untuk membayar online juga, yang mana melakukan pembayaran cukup dengan mengetikkan sederetan angka dan kode serta klik mouse yang dilakukan pada komputer yang onlinePembayaran elektronik adalah cara yang efisien dikarenakan tidak lagi memerlukan proses menulis dan mengirimkan cek atau tagihan. Pembayaran secara online juga menutupi celah keamanan yang timbul pada sitem pembayaran yang dilakukan dalam mata uang kertas.Lelang online
Situs lelang online terkenal adalah eBay. Lelang fisik telah lama populer mendahului lelang online, tetapi Internet membuat lelang bisa diakses oleh sejumlah besar pembeli dan penjual. Pelelangan online merupakan mekanisme yang efisien untuk penemuan harga. Banyak pembeli online lebih tertarik dengan mekanisme lelang daripada belanja di toko biasa.Internet Banking
Sekarang ini sangat memungkinkan bagi kita untuk melakukan keseluruhan transaksi perbankan tanpa harus beranjak dari kursi rumah kita mengunjungi cabang bank terdekat. Keterhubungan antara website dengan rekening bank, dan dengan kartu kredit merupakan pokok utama dalam e-commerce. Tiket online
Tiket pesawat terbang, tiket film, tiket kereta api, tiket pertunjukan musik, tiket pertandingan olahraga, tiket konser musik, dan hampir semua jenis tiket dapat dipesan secara online. Membeli tiket secara online menjadikan kita tidak harus capek mengantri di depan loket penjualan tiket.
Membeli dan menjual barang di Internet adalah salah satu contoh paling populer dari e-commerce. Penjual membuat etalase produk di internet layaknya outlet ritel. Pembeli dapat mencari dan membeli produk dengan klik mouse. Contoh populer untuk tempat belanja secara online adalah Amazon.com.Pembayaran Elektronik
Ketika kita membeli barang secara online, perlu ada mekanisme untuk membayar online juga, yang mana melakukan pembayaran cukup dengan mengetikkan sederetan angka dan kode serta klik mouse yang dilakukan pada komputer yang onlinePembayaran elektronik adalah cara yang efisien dikarenakan tidak lagi memerlukan proses menulis dan mengirimkan cek atau tagihan. Pembayaran secara online juga menutupi celah keamanan yang timbul pada sitem pembayaran yang dilakukan dalam mata uang kertas.Lelang online
Situs lelang online terkenal adalah eBay. Lelang fisik telah lama populer mendahului lelang online, tetapi Internet membuat lelang bisa diakses oleh sejumlah besar pembeli dan penjual. Pelelangan online merupakan mekanisme yang efisien untuk penemuan harga. Banyak pembeli online lebih tertarik dengan mekanisme lelang daripada belanja di toko biasa.Internet Banking
Sekarang ini sangat memungkinkan bagi kita untuk melakukan keseluruhan transaksi perbankan tanpa harus beranjak dari kursi rumah kita mengunjungi cabang bank terdekat. Keterhubungan antara website dengan rekening bank, dan dengan kartu kredit merupakan pokok utama dalam e-commerce. Tiket online
Tiket pesawat terbang, tiket film, tiket kereta api, tiket pertunjukan musik, tiket pertandingan olahraga, tiket konser musik, dan hampir semua jenis tiket dapat dipesan secara online. Membeli tiket secara online menjadikan kita tidak harus capek mengantri di depan loket penjualan tiket.
Jenis E-commerce
E-commerce dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis pengguna dalam transaksi:Bisnis ke Bisnis (B2B)
Transaksi B2B e-commerce adalah sebuah transaksi yang melibatkan dua pihak yang sama-sama organisasi atau pelaku bisnis seperti, produsen, pedagang, pengecer dan sejenisnya.Business ke Konsumen (B2C)
Transaksi antara penjual, produsen dengan konsumen pemakai produk.Konsumen untuk Konsumen (C2C)
Agak susah mengartikan C2C tapi beberapa transaksi awal dalam sistem ekonomi global melibatkan barter – jenis transaksi C2C. Situs lelang adalah contoh yang baik dari C2C e-commerce.
Transaksi B2B e-commerce adalah sebuah transaksi yang melibatkan dua pihak yang sama-sama organisasi atau pelaku bisnis seperti, produsen, pedagang, pengecer dan sejenisnya.Business ke Konsumen (B2C)
Transaksi antara penjual, produsen dengan konsumen pemakai produk.Konsumen untuk Konsumen (C2C)
Agak susah mengartikan C2C tapi beberapa transaksi awal dalam sistem ekonomi global melibatkan barter – jenis transaksi C2C. Situs lelang adalah contoh yang baik dari C2C e-commerce.
Manfaat E-Commerce
Cara efisien dalam bertransaksi dikarenakan meniadakan batasan
wilayah geografis dan batasan waktu, artinya transaksi ecommerce bisa
dilakukan kapan saja dan dimana saja selama dapat terhubung secara
online. Dalam proses ini, e-commerce biasanya mempermudah operasional
dan menurunkan biaya.
Langganan:
Postingan (Atom)